Usung Semangat ‘Sulbar Pabeta’, Demokrat Sulbar Kebanjiran Tokoh Baru Saat Musda V

oleh
oleh

Mediatha.Com,Mamuju—Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Barat (Sulbar) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) V di Mamuju, Sabtu (23/5/2026). Momentum konsolidasi ini terasa spesial dengan hadirnya langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Herman Khaeron.

Herman Khaeron hadir didampingi jajaran petinggi DPP, termasuk Ketua BPOKK, Wakil Sekjen, Wakil Bendahara Umum, Sekretaris I dan II BPOKK, Deputi Wilayah Sulawesi, serta Deputi Wilayah Sumatera I.

Musda V ini mengusung tema lokal yang sarat semangat juang, *“Demokrat Kuat, Sulbar Pabeta”* (Sulbar Pemenang). Tema ini merupakan turunan langsung dari garis besar perjuangan nasional: *“Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan”.

Menariknya, agenda kali ini juga menjadi panggung pembuktian daya tarik Partai Demokrat di Bumi Manakarra. Sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang resmi menyatakan diri bergabung memakai jaket berlambang bintang mercy tersebut. Mereka datang dari kalangan mantan birokrat, pengusaha, mantan pengurus partai lain, hingga tokoh pemuda.

Beberapa nama besar yang tampak bergabung antara lain Bebas Manggasali, Hamsah Sunuba, Nurdin Pasokkori, Abdul Waris Bestari, Fajar Bora, Muhammad Dahlan Farhat, Zadrak To’tuan, Muhammad Yusri, hingga Aco Takdir.

Melihat gelombang bergabungnya para tokoh ini, Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengaku sangat optimis dengan masa depan partai di Sulbar.

“Saya senang sekali. Ini artinya selama ini Demokrat betul-betul memberikan dampak positif terhadap rakyat di Sulawesi Barat. Ciri sebuah partai digandrungi dan dirasakan kehadirannya adalah ketika banyak tokoh yang berebut ingin berjuang bersama di Partai Demokrat,” ujar Herman hangat.

Di tempat yang sama, Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar, Suhardi Duka, menyebut fenomena ini tidak lepas dari soliditas internal partai yang sangat stabil dan harmonis.

“Pertama, tentu karena faktor kedekatan emosional. Yang kedua, mereka melihat Partai Demokrat ini tampil *ow profile, terbuka, dan friendly. Kami tidak punya konflik internal. Dalam 15 tahun terakhir tidak ada perpecahan di Demokrat Sulbar, dan iklim yang teduh itulah yang mereka sukai,” jelas Suhardi.

Ia menegaskan bahwa budaya menjaga persatuan dan menjauhi konflik internal akan terus dirawat sebagai magnet utama untuk menarik simpati masyarakat serta para tokoh daerah demi membangun Sulawesi Barat yang lebih maju.