Optimisme Anjungan Provinsi Sulawesi Barat pada Penilaian Penghargaan Pradana Nitya Budaya TMII Award 2026

oleh
oleh

Mediatha.Com,Jakarta—Anjungan Provinsi Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas dan standar pengelolaan kawasan budaya melalui partisipasi pada Pradana Nitya Budaya TMII Award 2026.

Giat penganugrahaan penghargaan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini menjadi agenda rutin tahunan dan Anjungan Daerah Provinsi Sulawesi Barat berpartisipasi aktif mengikuti tahapan proses yang cukup panjang agar GIAT tersebut berjalan dengan lancar dan bisa maksimal melengkapi segala persyaratan dan ketentuan yang dibutuhkan.

Seperti yang dilaksanakan pada Senin 27 April 2026 di Anjungan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, sejak pagi hari Kepala Badan Penghubung Gemilang Sukma dan seluruh ASN Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat penuh semangat mempersiapkan segala kelengkapan dan kebutuhan untuk visit penilaian Anjungan Provinsi Sulawesi Barat Giat Penghargaan Pradana Nitya Budaya TMII Award 2026, seperti dokumen slide presentasi dan lampiran keaktifan Promosi Seni dan Budaya Anjungan, Rilis Berita Media Sosial, Produk Unggulan seperti Macoa Provinsi Sulawesi Barat, Data Pengunjung Anjungan Provinsi Sulawesi Barat.

Tak lupa sebagai bagian dari promosi daerah, disajikan juga kuliner khas Provinsi Sulawesi Barat seperti loka anjoroi, baupeapi, serta minuman coklat macoa racikan khusus yang selalu menjadi primadona jamuan Anjungan Provinsi Sulawesi Barat.

Tim Penilai yaitu Dewan Juri yang berasal dari beragam unsur stakeholder yang sudah sangat berpengalaman nyata di bidang Pelestarian Seni dan Budaya yaitu Annisa Rengganis (Unsur Pemerintah), Dede Noviardi (Plt. Dirops TMII) (Unsur TMII), Ade Fajarwati (Unsur Akademisi), Gilang Ramadhan (Unsur Budayawan), Ida Bagus Agung Gunarthawa (Unsur Bisnis).

Keikutsertaan atas kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mempertahankan prestasi yang telah diraih Anjungan Provinsi Sulawesi Barat pada Pradana Nitya Budaya TMII Award di tahun 2025. Dari 33 anjungan daerah di TMII, Anjungan Sulawesi Barat berhasil menempati peringkat ke-7 bersama 16 nominasi terbaik lainnya di Tingkat Nasional.

Tim Diklat Anjungan Provinsi Sulawesi Barat juga menyambut hangat tim penilai dengan tarian Khas Provinsi Sulawesi Barat, agar saat tim penilai datang ke Anjungan Provinsi Sulawesi Barat bukan sekedar kunjungan penilaian formalitas, tapi bagian dari komitmen Anjungan Provinsi Sulawesi Barat untuk bisa menghadirkan secara nyata, sehingga saat semua kalangan memasuki area anjungan mereka bisa merasakan nuansa tradisional kebudayaan bumi Malaqbi secara langsung yang dihadirkan melalui display seni dan budaya yang mewakili kuatnya identitas dan entitas hasil budaya yang sangat bernilai warisan berharga dari leluhur masyarakat Sulawesi Barat.

Tim Penilai dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Annisa Rengganis, mengungkapkan, Anjungan Provinsi Sulawesi Barat sangat berpotensi besar untuk bisa mempertahankan prestasi atas perolehan penghargaan Pradana Nitya Budaya TMII Award di tahun 2025 lalu, karena selain partisipasi aktif dan berkelanjutan Diklat Binaan Anjungan Provinsi Sulawesi Barat mengikuti GIAT rutin Program Seni dan Budaya TMII.

“Selain itu, Anjungan Provinsi Sulawesi Barat juga memiliki Penataan Display yang baik dan terjaga kebersihannya. Dan Macoa Produk Unggulan Provinsi Sulawesi Barat yang sangat berpotensi baik jika dipromosikan dengan lebih ‘agresif’, dari penyajian minuman Macoa Sulbar tidak kalah kualitas rasa dengan coklat dari daerah lainnya, sangat istimewa,” ungkap Annisa.

Sementara, Kasubid Promosi, Informasi, dan Investasi, Nurul Farasmy, menyampaikan keikutsertaan kembali Anjungan Provinsi Sulawesi Barat pada GIAT Pradana Nitya Budaya TMII Award 2026, penganugrahaan penghargaan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menjadi tanggung jawab yang cukup besar bagi segenap ASN Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat agar bisa kembali mendapatkan hasil maksimal.

“Untuk bisa kembali mendapatkan hasil maksimal, kami mempersiapkan segala syarat dan ketentuan untuk kelengkapan penghargaan ini dengan totalitas, sungguh-sungguh dan berkelanjutan, selalu aktif berinovasi mempromosikan Seni dan Budaya Provinsi Sulawesi Barat,” kata Nurul.

Upaya tersebut, lanjutnya, sekaligus menjadi kinerja nyata dan terukur bahwa segenap ASN Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat mampu bersaing, menjaga kepercayaan pengunjung dan menunjukkan kualitas perencaan dan pengelolaan anjungan yang unggul, dan berkualitas sesuai dengan Program Pancadaya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas.

“Saya pun sangat optimis, produk unggulan Macoa Provinsi Sulawesi Barat secepatnya lebih dikenal luas masyarakat Indonesia bahkan skala Internasional, karena kualitas Macoa Provinsi Sulawesi Barat sangat khas, berkualitas tinggi, dan layak menjadi salah satu komoditas unggulan yang bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Barat,” ucapnya. (Rls)