Gebrakan Besar Kapolda Sulbar! Perkuat Akhlak Personel, 332 Personel Diterjunkan Perkuat Polres dan Polsek

oleh
oleh

Mediatha.Com,Mamuju–––Gebrakan besar dilakukan Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Totok Suharyanto dalam mengakselerasi Program Quick Wins Presisi Kapolri. Tidak sekadar membenahi manajemen internal, Polda Sulbar kini bergerak memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Polri melalui pembinaan akhlak, peningkatan profesionalisme, hingga penebalan kekuatan personel di garda terdepan pelayanan masyarakat.

Salah satu aturan baru yang diterapkan adalah kebijakan bahwa saat telah terdengar adzan sholat Dzuhur, seluruh personel Muslim diwajibkan meninggalkan sejenak pekerjaan untuk melaksanakan ibadah sholat Dzuhur berjamaah sebelum kembali bertugas. Kebijakan ini menjadi bagian integral dari rangkaian Binrohtal yang sedang digencarkan.

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi Polri tidak hanya bertumpu pada modernisasi organisasi dan peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi moral, integritas, serta kehadiran personel yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di bawah arahan Kapolda Sulbar, Biro SDM Polda Sulbar mengakselerasi sejumlah program prioritas yang menyasar dua aspek fundamental, yakni pembentukan karakter personel yang berintegritas dan penguatan kekuatan operasional di tingkat Polres hingga Polsek.

Salah satu gebrakan yang terus digencarkan selama tiga minggu terakhir adalah penguatan iman dan takwa melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal).

Program yang merupakan bagian dari Program Prioritas Kapolri ke-3 ini dilaksanakan secara intensif dengan melibatkan seluruh personel sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Personel Muslim mengikuti kegiatan Binrohtal di Aula Mako Polda Sulbar, sementara personel Nasrani dan agama lainnya melaksanakan pembinaan rohani di rumah ibadah masing-masing.

Kapolda Sulbar melalui Kabid Humas Kombes Pol Memo Ardian menegaskan bahwa pembinaan rohani bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan investasi strategis dalam membentuk karakter anggota Polri yang memiliki akhlak mulia, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Penguatan SDM Polri harus dimulai dari pembentukan karakter. Kita ingin melahirkan personel yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Ketika akhlak diperkuat, maka pelayanan akan semakin humanis dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin kokoh,” tegasnya.

Gebrakan Kapolda Sulbar juga menyasar tata kelola SDM secara komprehensif. Biro SDM terus mendorong transparansi rekrutmen dan pendidikan pengembangan umum (Dikbangum), peningkatan indeks profesionalisme personel melalui pelatihan fungsi teknis kepolisian, serta evaluasi berkala terhadap kemampuan jasmani dan psikologi anggota.

Penataan karier berbasis merit system turut menjadi perhatian penting, sehingga setiap personel memiliki kesempatan berkembang berdasarkan kompetensi, prestasi, dan integritas.

Di sisi lain, penguatan pengawasan internal serta pembentukan budaya hidup sederhana terus didorong sebagai bagian dari upaya meminimalisir pelanggaran dan membangun personel Polri yang bersih serta bertanggung jawab.

Langkah ini menegaskan bahwa pembenahan SDM tidak berhenti pada peningkatan kemampuan, tetapi juga menyentuh aspek etika, kedisiplinan, dan kualitas pengabdian.

Tidak berhenti di lingkungan Mako Polda, Kapolda Sulbar juga mendorong penguatan nyata pada lini terdepan pelayanan publik melalui program Polres Kuat dan Polsek Tangguh.

Sebanyak 332 personel pilihan telah didistribusikan untuk memperkuat enam Polres jajaran, yakni Polres Mamuju, Polres Majene, Polres Polewali Mandar, Polres Mamasa, Polres Pasangkayu, dan Polres Mamuju Tengah.

Penebalan kekuatan personel ini diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas operasional, memperkuat peran Bhabinkamtibmas, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Kehadiran personel di wilayah jajaran diharapkan mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, mempercepat respons terhadap persoalan masyarakat, serta menghadirkan rasa aman hingga ke pelosok wilayah Sulawesi Barat.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya melihat Polri melalui seragam dan kewenangan penegakan hukum, tetapi juga merasakan kehadiran polisi sebagai mitra, pelindung, pengayom, dan pelayan yang selalu siap membantu.

Integrasi antara pembinaan akhlak, peningkatan profesionalisme, tata kelola SDM yang transparan, dan penebalan personel operasional menjadi langkah strategis Polda Sulbar dalam mempercepat realisasi Program Quick Wins Presisi Kapolri.

Gebrakan ini sekaligus mempertegas komitmen Kapolda Sulbar bahwa kekuatan Polri tidak hanya diukur dari jumlah personel dan kemampuan penegakan hukum, tetapi juga dari kualitas moral, profesionalisme, serta seberapa besar manfaat kehadiran polisi bagi masyarakat.

Melalui penguatan SDM yang berkelanjutan, Polda Sulbar optimistis mampu mewujudkan personel yang semakin profesional, berintegritas, dan humanis.

Sebab, Polri yang kuat bukan hanya Polri yang mampu bertindak tegas, tetapi juga Polri yang memiliki akhlak mulia, hadir di tengah masyarakat, dan mampu menjawab setiap persoalan dengan pelayanan yang tulus.

No More Posts Available.

No more pages to load.