Mediatha.Com,Polman—Dalam suasana semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan panen calon benih padi inbrida di Lahan Perbenihan BBI Lantora, Polewali Mandar, Rabu (12/8/2026).
Panen kali ini menjadi momentum berbeda dibandingkan musim-musim sebelumnya. UPTD BBTPH berhasil mengembangkan varietas padi BK Situbondo 01 Agritan yang tergolong baru dikembangkan di wilayah Sulawesi Barat. Varietas tersebut memiliki keunggulan berupa umur panen yang relatif singkat atau genjah, yakni sekitar 77–90 hari setelah tanam (HST), dengan potensi hasil mencapai 9 ton per hektare.
Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, mengatakan pengembangan dan produksi calon benih padi genjah tersebut sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam mendorong pembangunan sektor pertanian yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
“Pengembangan benih padi varietas genjah seperti BK Situbondo 01 Agritan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kemandirian pangan Sulawesi Barat. Ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Suhardi Duka untuk menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya petani,” ujar Hamdani.
Panen tersebut didampingi langsung Kepala UPTD BBTPH Nasaruddin bersama Kepala Seksi Produksi UPTD BBTPH dan Pengawas Benih Tanaman, Pertiwi Sucianda. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UPTD BBTPH dalam menyediakan sumber benih bermutu bagi petani di Sulawesi Barat.
Kepala UPTD BBTPH, Nasaruddin, menegaskan bahwa produksi benih tetap dilakukan meskipun menghadapi kondisi cuaca kemarau ekstrem.
“Di tengah kondisi kemarau yang cukup ekstrem, kami tetap berupaya memproduksi benih padi inbrida yang bermutu. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap pemerintah dalam menjaga kemandirian dan ketahanan pangan, sekaligus memastikan petani mendapatkan benih yang berkualitas,” kata Nasaruddin.
Ia menjelaskan, hasil panen calon benih tersebut masih membutuhkan sejumlah tahapan pascapanen sebelum dapat dinyatakan sebagai benih siap disalurkan. Tahapan tersebut meliputi penjemuran, proses dormansi, penyortiran, hingga pengujian di laboratorium untuk menentukan kualitas dan mutu benih.
“Beberapa hari ke depan, kami juga akan melanjutkan panen calon benih dari beberapa varietas lainnya, yakni Inpari 32, Inpari 9, Mekongga, dan Nutrizinc,” lanjut Nasaruddin.
Pengembangan varietas BK Situbondo 01 Agritan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi petani Sulawesi Barat, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan kondisi iklim serta kebutuhan terhadap varietas berumur genjah dan berpotensi hasil tinggi. Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran UPTD BBTPH dalam mendukung peningkatan produksi pangan dan ketersediaan benih bermutu di daerah.



