Mediatha.Com,Mamuju––Bank Indonesia menilai terjaganya stabilitas makroekonomi dan momentum pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Barat terus berlanjut.
Salahsatu pemateri Acara Sipakada Media Mitra Bank Indonesia Sulbar, Sofyan Rendi Ardiyansah “dalam Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan inflasi Sulawesi Barat pada periode laporan tercatat berada dalam tren yang terkendali dan sejalan dengan komitmen bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Inflasi gabungan daerah di Sulawesi Barat tercatat stabil di level 2,29%, mencerminkan terjaganya keseimbangan permintaan dan pasokan di tengah dinamika perekonomian global maupun domestik.
Kabupaten Mamuju mencatatkan inflasi tahunan tertinggi sebesar 3,90% (dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,81, didorong oleh peningkatan permintaan serta penyesuaian harga pada beberapa kelompok pengeluaran utama.
Kabupaten Majene mencatat tekanan harga terendah di wilayah ini dengan realisasi inflasi sebesar 1,27% dan IHK 111,34, menghasilkan disparitas inflasi antardaerah yang terus dicermati oleh otoritas terkait.
Tekanan inflasi pada periode ini terutama disumbangkan oleh kenaikan indeks pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (3,04%), serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (2,66%). Sementara itu, tekanan dari sisi harga pangan bergejolak terkendali berkat efektivitas operasi pasar dan kelancaran distribusi komoditas antardaerah.
Secara umum, pergerakan harga komoditas terpantau kondusif, di mana sebagian besar kelompok pengeluaran menunjukkan stabilitas yang baik guna melindungi daya beli masyarakat luas.
Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi dan seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam TPID terus memperkuat sinergi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Mengoptimalkan operasi pasar murah dan sidak pasar berkala secara konsisten.
Memperkuat kerja sama antar-daerah (KAD) untuk mengantisipasi potensi gejolak pasokan komoditas pangan strategis.
Memitigasi hambatan jalur logistik antarwilayah guna menekan disparitas harga yang terjadi di beberapa kabupaten.
Bank Indonesia meyakini inflasi ke depan akan tetap terjaga dalam kisaran target sasaran nasional, didukung oleh konsistensi kebijakan moneter serta sinergi erat pengendalain inflasi pusat dan daerah.ujarnya

