Mediatha.Com,Mamuju–––Komitmen memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Barat terus menunjukkan hasil nyata. Pada ajang Mandarpreneur Fair 2026, sektor keuangan sosial syariah berhasil mencatatkan pencapaian signifikan melalui penghimpunan dana sebesar Rp39.764.369(tiga puluh sembilan juta tujuh ratus enam puluh empat ribu tiga ratus enam puluh sembilan rupiah).
Penggalangan dana tersebut dilakukan secara digital melalui program Wakaf Produktif-Tebus Murah Sembako**. Tidak hanya berfokus pada aspek penggalangan dana, literasi keuangan syariah juga mencatatkan hasil gemilang. Berdasarkan pengukuran pascakegiatan Training of Trainers (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah, tingkat pemahaman peserta sukses mencapai skor 5,41 dari skala 6.
Rangkaian capaian tersebut memperkuat pengembangan UMKM sekaligus memperluas manfaat kegiatan melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan, guna mendukung kemandirian usaha serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Seluruh kontribusi ini selaras dengan salah satu misi Panca Daya Sulawesi Barat, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan untuk menciptakan keseimbangan di berbagai sektor demi mewujudkan Sulbar yang Maju dan Sejahtera.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kuatnya kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, KDEKS, Dekranasda, pelaku industri kreatif, komunitas, dan mitra usaha menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan capaian serta memperluas dampaknya bagi perekonomian daerah.
Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Barat akan terus memperkuat pendampingan dan kolaborasi melalui Mandarpreneur Ecosystem. Langkah ini diharapkan mampu menjadikan UMKM Sulawesi Barat semakin mandiri, berdaya saing global, serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi perekonomian daerah.
