Siklus Bumi dari Daun yang Gugur, BPBD Sulbar Ajak Masyarakat Jaga Alam dan Cegah Karhutla

oleh
oleh

Mediatha.Com,Mamuju—Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, mengajak masyarakat memaknai daun yang gugur sebagai bagian penting dari siklus kehidupan bumi.

Pesan tersebut disampaikan pada Minggu 16 Agustus 2026. Hal itu sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi mitigasi dan pencegahan bencana kepada masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mendorong pencegahan bencana sejak dari tingkat masyarakat.

Muhammad Yasir Fattah menjelaskan, daun yang gugur bukan sekadar sampah. Secara alami, daun akan terurai menjadi bahan organik, memperkaya unsur hara tanah, mendukung pertumbuhan tanaman, dan kemudian menghasilkan kembali daun baru.

Siklus tersebut menjadi gambaran bahwa alam memiliki mekanisme yang saling terhubung dan harus dijaga.

“Daun yang gugur bukan akhir dari kehidupan. Ia kembali ke bumi, menjadi nutrisi, menyuburkan tanah, lalu mendukung tumbuhnya kehidupan baru. Inilah siklus bumi yang harus kita jaga bersama,” ujar Yasir Fattah.

BPBD Sulawesi Barat mengedukasi masyarakat mengenai “Siklus Bumi dari Daun yang Gugur” sebagai pesan sederhana tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Daun kering dapat dikelola menjadi kompos atau bahan organik dan tidak harus dibakar.

Edukasi ditujukan kepada masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Barat, terutama wilayah yang memiliki potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.

Pengelolaan daun dan bahan organik secara tepat penting untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus mencegah kebiasaan membakar sampah atau daun kering yang dapat memicu kebakaran.

BPBD Sulawesi Barat juga menyampaikan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana musiman dan karhutla.

Yasir Fattah mengajak masyarakat menerapkan langkah sederhana: tidak membakar daun kering secara sembarangan, mengolahnya menjadi kompos, menjaga kebersihan lingkungan, menghijaukan kembali lahan, serta segera melaporkan apabila melihat titik api.

Menurutnya, upaya penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.

“Kesadaran menjaga lingkungan merupakan bagian dari membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.