Mediatha.Com,Mamuju––RSUD Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan kerja dari Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan surveilans Severe Acute Respiratory Infection (SARI) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Selasa (29/9/2026).
Kegiatan ini sejalan dengan semangat Panca Daya, khususnya membangun SDM yang unggul dan berkarakter, yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan tenaga kesehatan mampu melaksanakan surveilans secara tepat, responsif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kewaspadaan dini terhadap penyakit berpotensi wabah di Sulawesi Barat.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Kerja Kewaspadaan Dini Kementerian Kesehatan RI, dr. Endah Kusumowardani, dan diterima oleh Kepala Bidang Pelayanan RSUD Provinsi Sulawesi Barat, Ika Susanti Sahida bersama jajaran manajemen serta Tim Surveilans.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Surveilans Rumah Sakit memaparkan data tren kunjungan kasus ISPA selama tiga bulan terakhir. Data menunjukkan adanya dinamika kunjungan ISPA di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan kasus yang didominasi kelompok usia rentan, yakni balita dan lansia. Persentase kasus ISPA terhadap total kunjungan IGD masih dalam batas terkendali dan telah ditangani sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Provinsi Sulawesi Barat, Ika Susanti Sahida menyampaikan bahwa rumah sakit telah menjalankan sistem surveilans SARI secara terintegrasi, mulai dari IGD, ruang rawat inap, laboratorium hingga pelaporan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
“Pemeriksaan penunjang untuk konfirmasi influenza, termasuk pengambilan swab dan pengiriman spesimen ke laboratorium rujukan, juga terus dioptimalkan,” kata Ika Susanti.
Sementara itu, dr. Endah Kusumowardani, dalam arahannya mengapresiasi komitmen RSUD Provinsi Sulawesi Barat dalam melaksanakan surveilans SARI. Ia menekankan pentingnya deteksi dini, ketepatan pelaporan kurang dari 24 jam untuk kasus SARI, serta penguatan triase ISPA di IGD sebagai garda terdepan kewaspadaan dan respons terhadap penyakit menular.
“Kunjungan ini selain untuk melihat pelaksanaan kegiatan di lapangan, juga sebagai ajang silaturahmi dan pembinaan agar surveilans SARI di rumah sakit semakin kuat dan valid,” ujar dr. Endah.
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, menegaskan bahwa penguatan surveilans merupakan bagian penting dari upaya rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi penyakit menular.
“Surveilans yang kuat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong penguatan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu melakukan deteksi dini, pelaporan, serta respons secara cepat dan tepat. Hal ini sejalan dengan semangat Panca Daya dalam membangun SDM yang unggul dan berkarakter,” ujar dr. Musadri.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan sinergi antara Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dan RSUD Provinsi Sulawesi Barat semakin kuat dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini, meningkatkan kapasitas SDM kesehatan, serta mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah di Sulawesi Barat.
#RSUDProvinsiSulawesiBarat#SurveilansSARI#ISPA#KemenkesRI#KewaspadaanDini
