Mediatha.Com,Mamuju—Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Sulawesi Barat kembali menunjukkan aksi heroiknya, namun kali ini bukan memadamkan api. Personel Damkar berhasil mengevakuasi seekor ular sanca kembang (Malayopython reticulatus) berukuran besar dari salah satu rumah Jl. H. Abd. Malik Pattana Endeng, Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat / samping kantor Kanwil Agama Sulawesi Barat warga di kawasan pemukiman penduduk, Senin (20/04).
Kejadian bermula saat pemilik rumah, ibu Cici , melihat ular dari dalam got depan sekitar pukul 20.00 WITA. Awalnya, ia mengira kepala biawak muncul dari dalam got.
“Saya cek, ternyata ada sisik mengkilap dan badannya besar sekali. Langsung saya lari keluar dan telepon petugas Damkar,” ujar Cici saat ditemui di lokasi.
Proses Evakuasi yang Menegangkan
Mendapat laporan tersebut, satu tim yang terdiri dari Tujuh personel Rescue dikerahkan ke lokasi. Petugas sempat mengalami kesulitan karena posisi ular kabur ke semak semak.
Waktu Evakuasi: Kurang lebih 45 menit. Alat yang Digunakan: Snake tong (penjepit ular), hook, dan senter kepala.
Setelah melakukan evakuasi, petugas akhirnya berhasil mengamankan ular sanca tersebut. Diketahui ular tersebut memiliki panjang sekitar 7 meter dengan diameter badan sebesar betis orang dewasa.
Himbauan bagi Masyarakat
Kabid Damkar Pemrov Sulbar, Andi Juandi, menjelaskan bahwa munculnya ular di pemukiman warga sering kali disebabkan oleh faktor cuaca dan kebersihan lingkungan.
“Ular masuk ke pemukiman biasanya untuk mencari mangsa seperti tikus atau mencari tempat yang lembab. Kami menghimbau warga untuk:
Menjaga kebersihan rumah agar tidak mengundang tikus.
Menutup celah-celah pembuangan air atau lubang plafon dengan kawat ram.
Segera melapor ke nomor darurat jika melihat satwa liar, jangan mencoba menangkap sendiri tanpa keahlian,” tegas Andi Juandi.
Ular sanca tersebut kini telah diamankan di markas Damkar setempat sebelum nantinya akan diserahkan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau komunitas pencinta reptil untuk dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari pemukiman.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Warga sekitar pun kini dapat kembali beraktivitas dengan tenang.tutup Andi Juandi Via Whatsapp

