Rencana Alih Fungsi Buper Limbung Jadi Sekolah Rakyat, Mantan Ketua DKC Gowa: Jangan Korbankan Ruang Kaderisasi

oleh
oleh

Mediatha.Com,Mamuju—Rencana alih fungsi Bumi Perkemahan (Buper) HM Jasin Limpo di Limbung menjadi Sekolah Rakyat menuai sorotan. Mantan Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwartir Cabang Gowa, Hirsan Bahtiar, meminta Pemerintah Kabupaten Gowa untuk meninjau ulang kebijakan tersebut.

Menurut Hirsan, Buper Limbung atau yang akrab dikenal sebagai Cadika Limbung bukan sekadar lokasi perkemahan biasa. Tempat tersebut merupakan bagian penting dari sejarah panjang Gerakan Pramuka di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Gowa, yang memiliki nilai historis dan emosional mendalam bagi ribuan kader.

“Cadika Limbung adalah simbol kaderisasi dan ruang pendidikan karakter yang telah melahirkan banyak generasi pemimpin. Di tempat itulah anak-anak muda belajar tentang disiplin, kepemimpinan, pengabdian, dan kebersamaan,” ujar Hirsan.

Hirsan menegaskan bahwa keluarga besar Pramuka tidak menolak program pembangunan pendidikan rakyat. Namun, ia menyayangkan jika pembangunan tersebut harus mengorbankan situs sejarah dan pusat pembinaan karakter yang telah eksis selama puluhan tahun.

Ia berharap pemerintah daerah bisa bertindak lebih bijaksana dan membuka ruang dialog dengan mendengarkan aspirasi dari keluarga besar Gerakan Pramuka.

“Pemerintah harus menjaga warisan sejarah daerah. Buper Limbung memiliki nilai perjuangan yang tidak bisa diganti begitu saja dengan lokasi lain,” tambah Hirsan.

Di akhir pernyataannya, Hirsan mengajak para alumni Pramuka, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen Gerakan Pramuka untuk merapatkan barisan dan bersama-sama menjaga keberadaan Cadika Limbung sebagai bagian dari identitas kepanduan di Sulawesi Selatan.

Untuk diketahui, Bumi Perkemahan HM Jasin Limpo Limbung merupakan salah satu pusat kegiatan kepramukaan terbesar di Sulawesi Selatan. Lokasi bersejarah ini telah menjadi saksi bisu pelaksanaan berbagai agenda besar tingkat daerah hingga nasional, mulai dari Raimuna, Jambore, Kursus Pembina, hingga Kursus Pelatih. Bagi insan Pramuka, kawasan ini adalah simbol abadi dari perjalanan panjang pendidikan karakter generasi muda.