Mediatha.Com,Mamuju—Dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air bawah tanah di wilayah Sulawesi Barat, Tim Kerja Pengumpulan dan Pengolahan Data (TKP2D) Zona Konservasi Air Tanah pada Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat melakukan koordinasi lintas instansi ke Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sulawesi, Rabu, 11 Februari 2026.
Ketua TKP2D Zona Konservasi Air Tanah yang juga Penyelidik Bumi Ahli Muda, Menik Widiastuti bersama jajaran pejabat fungsional penyelidik bumi dan analis pada Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat disambut baik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penatagunaan Sumber Daya Air (PSDA) BWS Sulawesi V, Akhmad Yusron. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan data teknis demi penetapan zona konservasi yang akurat.
Pelaksanaan koordinasi ini merupakan wujud dari sinergi lintas instansi dan sekaligus mendukung visi misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga dalam program Pancadaya, tepatnya misi ke-4 yaitu Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup.
Menik Widiastuti mengungkapkan, pengumpulan data ini difokuskan utama pada wilayah Kabupaten Polewali Mandar. Selain itu, tim juga menghimpun data pendukung untuk tiga kabupaten lainnya, tepatnya dalam area cekungan air tanah dalam daerah provinsi.
“Selain Kabupaten Polewali Mandar, Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah dan Pasangkayu juga diharapkan diperoleh dari koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah, Wisnu Hasta Praja menyampaikan kegiatan koordinasi lintas instansi yang dilaksanakan tim kerja sangat krusial untuk memetakan area mana yang masih memiliki cadangan air melimpah, area yang mulai kritis, hingga zona yang berfungsi sebagai daerah resapan air (imbuhan). Untuk membangun basis data yang komprehensif, Tim Kerja Dinas ESDM mengajukan permohonan data spesifik kepada BWS Sulawesi V.
“Koordinasi ini bukan sekadar pertukaran data, melainkan wujud nyata kolaborasi pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga ketersediaan air tanah bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Dukungan terhadap pelaksanaan sinergi lintas instansi yang dilakukan Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah datang dari Kepala Dinas ESDM Provnsi Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan.
“Dengan terkumpulnya data-data tersebut, diharapkan proses pengolahan data untuk penetapan zona konservasi air tanah di Sulawesi Barat dapat segera dirampungkan dan menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan perizinan serta perlindungan lingkungan di masa depan,”pungkasnya. (rls)

