Perkuat K3 Pekerja Perempuan, DKPPKB Sulbar Dorong Lakukan kunjungan ke UMKM di Majene

oleh
oleh

Mediatha.Com,Majene—Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Kesehatan Rentan melaksanakan kegiatan Bimbingan Evaluasi dan Monitoring Pembinaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Pekerja Perempuan dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten Majene.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mendukung visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang diusung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, khususnya dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Pembinaan K3 Pekerja Perempuan (GP2SP) menyasar pekerja perempuan formal maupun informal/UMKM melalui kelompok pekerja perempuan di Kabupaten Majene. Program ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan pekerja perempuan sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting melalui pendekatan kesehatan kerja.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja perempuan tentang pentingnya penerapan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Mendorong perilaku kerja yang aman dan ergonomis untuk mencegah kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan jangka Panjang, Melindungi kesehatan reproduksi serta status gizi pekerja perempuan sebagai bagian dari pencegahan stunting dan Mendukung percepatan penurunan stunting melalui penguatan sektor kesehatan kerja dan pemberdayaan perempuan.

Kegiatan diawali dengan kunjungan dan koordinasi di Puskesmas Totoli. Pada kesempatan tersebut, Darwis selaku pemegang Program Kesehatan Komunitas memaparkan materi terkait Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang berpotensi dialami pekerja perempuan, khususnya pelaku UMKM.

Beberapa contoh yang disampaikan antara lain dermatitis pada pekerja pengolah agar-agar akibat paparan bahan secara terus-menerus, risiko cedera pada pekerja nelayan yang tidak menggunakan sarung tangan saat bekerja di kapal, serta berbagai gangguan kesehatan lain akibat kurangnya penerapan prinsip K3. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya pencegahan risiko kerja sejak dini.

Tim Kesehatan Komunitas yang dipimpin oleh Darwis bersama Muh. Faturrahman dan pengelola program kesehatan kerja Puskesmas melakukan pembinaan langsung kepada kelompok pekerja perempuan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga dialogis, sehingga pekerja dapat menyampaikan permasalahan dan kebutuhan mereka di lapangan.

Melalui kegiatan ini, DKPPKB Provinsi Sulbar menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui intervensi gizi, tetapi juga melalui perlindungan kesehatan perempuan usia produktif, termasuk di lingkungan kerja.(Rls)