Pemprov Sulbar Gelar Rapat Kominda Februari 2026: Perkuat Stabilitas dan Deteksi Dini Jelang Isu Strategis Wilayah

oleh
oleh

Mediatha.Com,Mamuju—Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Rapat Koordinasi Komite Intelijen Daerah (Kominda) periode Februari 2026 di Ruang Pertemuan Lantai 2 Kantor Gubernur, Mamuju. Rapat ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat bersama jajaran Forkopimda dan unsur intelijen dari berbagai instansi.

Rapat rutin bulanan ini menjadi wadah krusial dalam memetakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta memastikan stabilitas ekonomi dan politik di wilayah “Bumi Manakarra”.

Fokus pada Deteksi Dini
Dalam arahannya, Pj Gubernur Sulbar menekankan pentingnya sinergi antarunsur intelijen—baik dari BINDA, TNI, Polri, hingga Kejaksaan—untuk melakukan deteksi dini terhadap isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat.

“Rapat Kominda bulan Februari ini sangat strategis. Kita fokus pada mitigasi dampak fluktuasi harga pangan serta memastikan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan dan pesisir. Informasi yang akurat dari lapangan adalah kunci pengambilan kebijakan yang tepat,” ujar Pj Gubernur dalam sambutannya.

Poin-Poin Utama Pembahasan
Berdasarkan hasil rapat, terdapat beberapa isu utama yang menjadi perhatian khusus untuk bulan Februari 2026:

Pengendalian Inflasi Daerah: Memantau distribusi logistik dan stok bahan pokok di enam kabupaten guna mengantisipasi kenaikan harga menjelang periode hari besar keagamaan mendatang.

Keamanan Wilayah Pesisir: Memperkuat pengawasan di jalur laut untuk mencegah praktik illegal fishing dan penyelundupan di Selat Makassar.

Kamtibmas dan Isu Sosial: Antisipasi terhadap potensi konflik sosial dan penyebaran disinformasi atau hoaks di media sosial yang dapat memicu keresahan publik.

Kesiapan Bencana Alam: Mengingat kondisi cuaca ekstrem yang sering terjadi di awal tahun, Kominda juga memetakan wilayah rawan longsor di jalur trans-Sulawesi (Majene-Mamuju).

Muh Darwis Damir, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar menambahkan bahwa laporan dari setiap anggota Kominda menunjukkan situasi wilayah secara umum masih dalam kondisi kondusif. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui penguatan fungsi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

“Kami berkomitmen untuk terus mensinkronkan data intelijen agar tidak ada sumbatan informasi. Setiap dinamika di desa terkecil sekalipun harus bisa kita tangani sebelum menjadi masalah besar,” tutup Darwis Damir.

Rapat ditutup dengan penekanan pada peningkatan frekuensi patroli bersama dan komunikasi intensif antar-pimpinan daerah. Dengan adanya koordinasi yang solid ini, Pemprov Sulbar optimis pembangunan daerah dapat berjalan lancar tanpa hambatan keamanan yang berarti.