Pemeriksaan Fase Berbunga Padi Inpari 42 di BUMDes Panca Karya Tonrolima, Perkuat Komitmen Peningkatan Mutu Benih di Sulbar

oleh
oleh

Mediathoa.Com,Polman— Pemeriksaan fase be7rbunga tanaman padi varietas Inpari 42 Agritan di lahan BUMDes Panca Karya Tonrolima di Kabupaten Polewali Mandar dilaksanakan oleh Petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT), Musmuliadi, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan mutu perbenihan padi yang dikembangkan di tingkat desa tetap memenuhi standar kualitas dan berdaya saing.

Pada fase berbunga, pemeriksaan difokuskan pada keseragaman tanaman, kesehatan pertanaman, serta potensi serangan hama dan penyakit. Tahapan ini merupakan momen krusial dalam produksi benih, karena sangat menentukan kemurnian varietas dan kualitas hasil panen.

Berdasarkan hasil monitoring lapangan, kondisi tanaman Inpari 42 Agritan terpantau dalam keadaan baik, tumbuh seragam, serta tidak ditemukan indikasi serangan organisme pengganggu tanaman yang signifikan. Dengan hasil tersebut, diharapkan produksi benih padi dapat memenuhi standar mutu perbenihan dan memberikan hasil maksimal bagi petani.

Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Barat yang digagas oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yang menekankan penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan petani, serta kemandirian pangan berbasis potensi lokal. Pengembangan benih unggul bermutu menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian Sulawesi Barat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, menegaskan bahwa pengawasan ketat dalam setiap tahapan produksi benih merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan sektor pertanian.

“Pengawasan pada fase berbunga ini sangat menentukan kualitas benih yang dihasilkan. Jika keseragaman dan kesehatan tanaman terjaga, maka benih yang diproduksi akan memiliki mutu genetik dan fisik yang baik. Ini menjadi kunci peningkatan produktivitas petani di lapangan,” ujar Hamdani.

Ia menambahkan, penguatan peran BUMDes dalam produksi benih juga merupakan strategi pemberdayaan ekonomi desa. Melalui pengembangan varietas unggul seperti Inpari 42 Agritan, desa tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dengan sinergi antara pengawas benih, pemerintah daerah, dan kelembagaan desa, Sulawesi Barat optimistis mampu mendorong peningkatan produksi padi sekaligus mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. (Rls)