Mediatha.Com,Pasangkayu— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasangkayu menerima pemberitahuan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit terkait peristiwa penebangan dan pembakaran pohon kelapa sawit yang terjadi oleh segelintir oknum desa yang dibekingi mantan kepala desa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasangkayu, Hj. Darmawati, S.E., M.AP menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 13 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa pihak perusahaan sebelumnya telah datang langsung ke kantor DLH untuk menyampaikan informasi mengenai kejadian tersebut.
“Pihak perusahaan datang ke kantor menyampaikan bahwa ada kejadian kebakaran di kebun kelapa sawit mereka. Informasi itu juga disampaikan secara resmi melalui surat,” ujarnya.
Dalam surat pemberitahuan yang disampaikan perusahaan tertanggal 9 Maret 2026, disebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di area Afdeling OM 30 yang merupakan bagian dari perkebunan perusahaan di Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu.
Berdasarkan penelusuran pihak perusahaan, terdapat tindakan penebangan dan pembakaran pohon kelapa sawit yang masih produktif di area tersebut. Rinciannya, pada Senin 2 Maret 2026, ditemukan sebanyak tujuh pohon kelapa sawit ditebang tanpa seizin dan sepengetahuan pihak perusahaan. Sementara itu, pada Jumat 6 Maret 2026, terjadi pembakaran terhadap dua pohon kelapa sawit produktif di lokasi yang sama. Perusahaan dalam suratnya juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan bagian dari aktivitas operasional maupun kebijakan perusahaan.
Menurut Kepala DLH Pasangkayu, Hj. Darmawati, apa yang disampaikan perusahaan pada dasarnya lebih bersifat pemberitahuan agar kejadian tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman atau asumsi yang mengaitkannya dengan aktivitas perusahaan.
“Dari keterangan perusahaan, mereka menemukan pohon sawit itu sudah dalam keadaan terbakar. Mereka juga tidak mengetahui siapa yang melakukan pembakaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama perusahaan mampu mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas dan tidak menimbulkan polusi yang berdampak pada lingkungan sekitar, maka kondisi tersebut masih dapat ditangani secara internal oleh perusahaan.
“Sepanjang perusahaan bisa mengantisipasi agar tidak menimbulkan kebakaran yang lebih besar serta tidak menyebabkan polusi, tentu itu tidak menjadi masalah,” ucap Kadis Hj. Darmawati.
Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup tetap mengimbau pihak perusahaan untuk meningkatkan pengawasan di area perkebunan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kami mengimbau agar perusahaan terus melakukan patroli di area kebun miliknya untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
‘Potensi Karhutla’
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat di Indonesia khususnya. Untuk mengatasi persoalan ini, upaya mitigasi menjadi sangat penting. Mitigasi kebakaran lahan bukan hanya tugas pemerintah atau pihak tertentu saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Dengan pendekatan yang terencana dan terpadu, kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah, dan jika pun terjadi, dampaknya bisa diminimalisir. Proses mitigasi ini melibatkan berbagai tindakan pencegahan dan kesiapsiagaan, yang dirancang untuk mengurangi risiko serta memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman kebakaran.
Dengan menebang dan melakukan pembakaran secara serampangan dapat memberikan dampak besar bagi daerah. Untuk itu, diperlukan kesadaran diri dalam menjaga lingkungan bersama-sama
‘Peran Bersama dalam Mitigasi Karhutla’
Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya persoalan ekologi, tetapi juga menyangkut hak hidup masyarakat. Oleh karena itu, mitigasi karhutla menuntut peran aktif dari semua pihak: pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat umum.
Kesadaran kolektif dan tindakan nyata adalah kunci utama. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar peluang untuk mencegah terulangnya bencana karhutla yang merugikan semua pihak.
Karhutla bukan hanya soal api, tapi tentang masa depan. Mari bersama kita jaga alam, demi generasi yang akan datang.

