Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan serta Perhubungan (Perkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat Muh. Akbar Atjo, menjadi narasumber dalam dialog interaktif Sulbar yang mengangkat tema “Evaluasi lintas sektor arus balik Lebaran”, Selasa (31/3).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini, khususnya dari sisi koordinasi lintas sektor, kelancaran lalu lintas, serta pelayanan transportasi kepada masyarakat.
Hal ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pembangunan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam pemaparannya, Kabid LLAJ Disperkimtanhub Sulbar, Muh. Akbar Atjo, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, arus balik Lebaran di wilayah Sulawesi Barat secara umum berjalan dengan aman dan lancar, meskipun terdapat beberapa titik kepadatan lalu lintas.
Ia menjelaskan bahwa puncak arus balik untuk kedatangan penumpang terjadi pada H+8 setelah Lebaran, sementara puncak keberangkatan tercatat pada H+7.
“Berdasarkan data yang kami himpun, jumlah kedatangan penumpang pada H+8 mencapai lebih dari 1.048 orang. Sedangkan untuk keberangkatan, puncaknya terjadi pada H+7 dengan jumlah sekitar 900 penumpang,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga memaparkan data pergerakan kendaraan di Sulaweai Barat pada H+1 Lebaran sangat tinggi. Mungkin karena aktifitas masyarakat yang melakukan silaturrahmi atau kunjungan ke kerabat menjadi penyebab tingginya pergerakan kendaraan tersebut.
Lebih lanjut, Akbar Atjo mengungkapkan bahwa terdapat beberapa titik krusial yang menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan kemacetan.
Titik-titik tersebut antara lain berada di wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Pasar dan Pertokoan di Kecamatan Wonomulyo, Pasar Campalagian dan Mesjid Lapeo Campalagian), Dalam Kota Kabupaten Mamuju, Pertokoan Kabupaten Pasangkayu dan Mamuju Tengah.
Meski demikian, ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat, khususnya jajaran Dinas Perhubungan di tingkat kabupaten serta para pemangku kepentingan lainnya, seperti kepolisian dan instansi terkait, yang telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan mengurai kepadatan kendaraan.
“Kami memberikan apresiasi kepada rekan-rekan di lapangan yang telah bekerja maksimal dalam mengantisipasi dan menangani kemacetan, sehingga arus lalu lintas tetap dapat terkendali,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keselamatan selama perjalanan.
Ia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum digunakan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga kecepatan berkendara, serta mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
“Keselamatan adalah hal utama. Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu berhati-hati di jalan, tidak memaksakan diri jika lelah, dan tetap mematuhi aturan lalu lintas,” tutupnya.
Melalui evaluasi ini, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan arus balik pada tahun-tahun mendatang dapat semakin baik, dengan koordinasi lintas sektor yang lebih optimal serta pelayanan transportasi yang semakin meningkat bagi masyarakat. (Rls)

