Mediatha.Com,Mamuju—Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komdigi, Fifi Aleyda Yahya meluruskan bahwa kiasan politik “londo ireng” yang sempat disinggung Presiden bukanlah bentuk tudingan terhadap profesi, media, maupun kelompok tertentu. Pernyataan tersebut merupakan peringatan agar bangsa ini tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi pesimisme seolah Indonesia tidak memiliki masa depan.
Untuk itu Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengimbau masyarakat untuk memahami secara utuh pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga optimisme nasional.
Merespon imbauan tersebut, Kepala Dinas KominfoSS Sulbar Muhammad Ridwan Djafar siap mendukung dan menindaklanjuti upaya edukasi publik yang dibangun Kementerian Komdigi saat ini. Kata Ridwan Langkah ini sejalan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka terkait pentingnya kehadiran Pemerintah dalam merespon polemik yang ramai diperbincangkan publik, khususnya di ruang digital sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Ridwan menjelaskan, informasi yang berkembang di ruang digital begitu cepat, Ini menjadi tantangan tersendiri yang menuntut masyarakat untuk lebih bijak, kritis, dan teliti sebelum menyerap maupun menyebarkan suatu informasi.
“Untuk itu, saya mengajak seluruh pihak, baik pemprov maupun pemkab, instansi vertikal, termasuk pers sebagai mitra sretegis pemprov Sulbar, diperlukan sinergi dan kolaborasi dalam menjaga ruang publik tetap sehat, kondusif, serta terhindar dari disinformasi,” ujar Ridwan, Selasa 28 Juli 2026. (Rls)

