Mediatha.Com,Gowa—Keluarga Besar DPP LBH Suara Panrita Keadilan menyampaikan ucapan selamat, apresiasi, serta dukungan penuh kepada Wahyudin Mapparenta atas amanah yang diterimanya sebagai Sekretaris Jenderal DPP APDESI periode 2026–2031. Pelantikan Wahyudin Mapparenta berlangsung secara resmi di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta, pada Senin (16/2/2026), dan menjadi momentum penting bagi penguatan peran organisasi desa di tingkat nasional.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat LBH Suara Panrita Keadilan menyampaikan rasa bangga dan hormat atas capaian tersebut. Selain sebagai Sekjen DPP APDESI, Wahyudin Mapparenta juga dikenal sebagai Penasehat DPP LBH Suara Panrita Keadilan serta putra terbaik asal Takalar, Sulawesi Selatan, yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian di bidang pemerintahan desa dan organisasi kemasyarakatan.
Wahyudin Mapparenta bukanlah figur baru di lingkungan APDESI. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPC APDESI Takalar periode 2017–2022 dan sebelumnya mengemban amanah sebagai Kepala Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, pada periode 2013–2019. Pengalaman tersebut membentuk pemahaman yang kuat terhadap persoalan riil desa, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat.
Sebelum dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal DPP APDESI, Wahyudin Mapparenta juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD APDESI Sulawesi Selatan. Dalam posisi tersebut, ia dikenal aktif membangun konsolidasi organisasi, memperjuangkan aspirasi kepala desa, serta mendorong penguatan kapasitas aparatur desa. Dengan latar belakang dan pengalaman tersebut, banyak pihak menilai kinerjanya sebagai Sekjen DPP APDESI ke depan tidak diragukan lagi.
Ketua Umum DPP LBH Suara Panrita Keadilan, Djaya Jumain, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Wahyudin Mapparenta bersama Ketua Umum DPP APDESI Junaedi Mulyono dalam memperkuat peran strategis desa sebagai fondasi pembangunan nasional. Menurutnya, desa harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.
Djaya Jumain juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintahan desa agar program-program nasional dapat berjalan efektif hingga ke akar rumput. Ia berharap APDESI di bawah kepemimpinan nasional yang baru mampu mengawal dan memastikan program Presiden Prabowo Subianto benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.
“Pembangunan desa harus berkelanjutan, berbasis pada potensi lokal, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Desa yang kuat akan melahirkan bangsa yang mandiri,” ujar Djaya Jumain.
Lebih jauh, Djaya Jumain berharap Wahyudin Mapparenta dapat memanfaatkan posisi strategisnya sebagai Sekretaris Jenderal DPP APDESI untuk memberikan perhatian khusus kepada desa-desa tertinggal. Ia menilai transformasi desa tertinggal menjadi desa harapan yang maju, mandiri, dan berdaya saing merupakan tugas mulia yang membutuhkan kepemimpinan berpengalaman, berintegritas, dan berpihak pada rakyat.
Keluarga Besar DPP LBH Suara Panrita Keadilan meyakini, dengan pengalaman, komitmen, serta jejaring yang dimiliki, Wahyudin Mapparenta mampu menjalankan amanah ini dengan baik. Harapannya, APDESI ke depan semakin solid dalam memperjuangkan kepentingan desa, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta menghadirkan pembangunan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

