Kejar Layangan Seri IV, Perkuat Pemahaman Swakelola dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

oleh
oleh

Mediatha.Com,Mamuju—Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat kembali melanjutkan rangkaian Webinar Kejar Layangan melalui Seri IV yang mengangkat tema “Swakelola dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada 31 Agustus 2026 ini menghadirkan Syamsul Ramli, selaku Tenaga Ahli Keuangan dan Pengadaan Publik.

Pembahasan diarahkan untuk memperkuat pemahaman aparatur terhadap swakelola sebagai salah satu instrumen pengadaan yang membutuhkan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pertanggungjawaban secara terpadu.

Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yaitu “Memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas bagi seluruh Masyarakat.” Dalam konteks tersebut, pengelolaan swakelola tidak hanya ditempatkan sebagai alternatif mekanisme pengadaan, tetapi juga sebagai pendekatan yang dapat mengoptimalkan sumber daya pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menghasilkan barang/jasa yang sesuai kebutuhan serta memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

Melalui materi yang disampaikan, peserta memperoleh perspektif mengenai posisi swakelola dalam ekosistem pengadaan pemerintah, termasuk bagaimana menentukan kebutuhan, memilih bentuk pelaksanaan yang tepat, membangun pengendalian, serta memastikan hasil pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan tersebut penting untuk mendorong agar pelaksanaan swakelola tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif, tetapi mampu menghasilkan kinerja yang terukur dan selaras dengan tujuan program pembangunan.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, M. Yamin Saleh, menilai penguatan pemahaman mengenai swakelola perlu diarahkan pada kemampuan aparatur dalam mengambil keputusan pengadaan secara tepat berdasarkan kebutuhan dan karakteristik pekerjaan.

“Swakelola harus dipahami sebagai pilihan strategis dalam mengelola belanja pemerintah, bukan sekadar mekanisme pelaksanaan pekerjaan. Yang kita bangun adalah kemampuan untuk memastikan setiap pilihan pengadaan memiliki dasar kebutuhan yang jelas, tata kelola yang terkendali, serta hasil yang dapat diukur manfaatnya,” ujarnya.

Kejar Layangan Seri IV menjadi kelanjutan dari tiga seri sebelumnya yang telah membahas penguatan kompetensi pada berbagai aspek pengadaan barang dan jasa. Dengan rangkaian yang direncanakan berlangsung sebanyak enam seri sepanjang 2026, Biro Pengadaan Barang dan Jasa terus mendorong terbentuknya ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan, sehingga peningkatan kompetensi aparatur dapat berjalan seiring dengan penguatan tata kelola pengadaan yang profesional, adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

No More Posts Available.

No more pages to load.