Mediatha.Com,Mamuju––Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat mulai merumuskan aksi perubahan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dari sektor perikanan budidaya. Melalui pertemuan teknis yang digelar di Aula DKP Sulbar, Selasa (29/9/2026), digagas sebuah gerakan inovatif bernama GEMAR NILA.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan PDSKP, Afchrul Andi Odang, dan diikuti oleh seluruh Tim Teknis Perikanan Budidaya.
Langkah ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Sekretaris Provinsi Sulbar Junda Maulana, yang menempatkan kemandirian pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan pedalaman sebagai pilar utama pembangunan Sulbar yang Maju dan Sejahtera.
GEMAR NILA sendiri merupakan akronim dari Gerakan Masyarakat Mandiri Benih untuk Ketahanan Pangan Melalui Ikan Nila. Gerakan ini dimaknai tidak sekadar sebagai kegiatan perikanan semata, melainkan sebagai upaya sistematis membangun ekosistem kemandirian masyarakat.
Secara konseptual, GEMAR NILA bertujuan untuk memutus ketergantungan pembudidaya terhadap pasokan benih dari luar daerah. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya pembudidaya, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembibitan yang baku, penguatan kelembagaan kelompok pembibit, penyediaan bibit nila berkualitas unggul, hingga pengembangan sistem budidaya nila yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Secara edukatif, pemilihan ikan nila sebagai komoditas utama memiliki alasan yang kuat. Ikan nila dikenal memiliki daya adaptasi tinggi, siklus panen relatif cepat 4-6 bulan, kandungan protein tinggi mencapai 26%, serta toleran terhadap berbagai kondisi lingkungan. Inilah yang menjadikan nila sebagai ikan rakyat yang paling strategis untuk menopang kebutuhan gizi dan ekonomi keluarga.
Dalam perencanaan teknisnya, terdapat lima terobosan inovatif yang akan menjadi tulang punggung gerakan ini, yakni: pertama, pemetaan potensi pembibitan nila di seluruh kabupaten di Sulbar; kedua, penyusunan SOP Pembibitan Nila yang terstandarisasi; ketiga, optimalisasi demplot pembibitan nila sebagai pusat belajar; keempat, pembentukan kelompok pembibit mandiri di tingkat desa; dan kelima, menciptakan rantai perubahan dari hulu ke hilir.
Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM, memberikan dukungan penuh terhadap aksi perubahan tersebut. Ia menegaskan bahwa GEMAR NILA adalah jawaban atas tantangan ketahanan pangan di masa depan.
“Saya sangat mendukung penuh aksi perubahan GEMAR NILA ini. Ini adalah lompatan berpikir kita. Selama ini kita fokus di pembesaran, sekarang kita bangun kemandiriannya dari benihnya. Jika kita mandiri benih, maka kita mandiri pangan, mandiri ekonomi. Saya minta tim teknis untuk serius mengawal SOP dan kelompok pembibit ini agar benar-benar menjadi gerakan masyarakat, bukan hanya program kantor,” tegas Safaruddin.
Lebih jauh, perencanaan kegiatan GEMAR NILA ini digadang-gadang akan menjadi lini utama pendukung program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dengan terbangunnya sentra-sentra benih mandiri di Sulbar, daerah ini diproyeksikan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan benih internal, tetapi juga dapat menjadi penyangga kebutuhan benih untuk kawasan Indonesia Timur.


