Mediatha.Com,Mamuju—Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat langkah percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui Pertemuan Koordinasi Peningkatan Capaian Skrining Tuberkulosis (TBC) pada Desa Lokus GARATTA TBC yang dilaksanakan secara daring, Jumat (10/7/2026).
Pertemuan tersebut diikuti oleh Polres Majene, Kepala Puskesmas, pengelola program TBC, pemerintah desa, kader kesehatan, Karang Taruna, serta berbagai mitra lintas sektor sebagai upaya memperkuat sinergi dalam meningkatkan penemuan kasus TBC secara aktif di masyarakat.
Berdasarkan data monitoring Program GARATTA TBC periode Januari–Juni 2026 menunjukkan bahwa aktivitas skrining di desa lokus mengalami perkembangan yang menggembirakan. Namun, peningkatan jumlah masyarakat yang diskrining belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan penemuan kasus TBC.
Di Desa Palipi Soreang, Puskesmas Totoli berhasil menemukan 30 orang terduga TBC atau 65 persen dari target 46 orang. Dari proses pemeriksaan lanjutan tersebut, berhasil ditemukan 7 kasus TBC atau 78 persen dari target 9 kasus.
Sementara itu, Desa Bonde yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Pamboang mencatat 35 terduga TBC atau 65 persen dari target 54 orang. Namun, penemuan kasus baru mencapai 2 kasus atau 20 persen dari target 10 kasus, sehingga masih diperlukan penguatan pelacakan dan pemeriksaan diagnostik.
Adapun Desa Bonde Utara mencatat capaian skrining terbaik dengan 69 terduga TBC atau 111 persen dari target 62 orang. Meski demikian, konversi menjadi kasus terdiagnosis masih mencapai 7 kasus atau 54 persen dari target 13 kasus, sehingga masih diperlukan upaya peningkatan kualitas tindak lanjut pemeriksaan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aktivitas skrining masyarakat di ketiga desa lokus mengalami peningkatan. Desa Bonde Utara bahkan berhasil melampaui target penemuan terduga TBC.
Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa belum seluruh terduga menjalani pemeriksaan diagnostik hingga tuntas serta masih rendahnya konversi terduga menjadi kasus terkonfirmasi, khususnya di Desa Bonde.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim menegaskan bahwa forum koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat strategi pelaksanaan GARATTA TBC di lapangan.
“Koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini. Saya berharap pertemuan hari ini menghasilkan komitmen bersama, langkah-langkah nyata, serta penguatan kolaborasi agar target skrining dan penemuan kasus dapat tercapai. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pengobatan diberikan, sehingga rantai penularan dapat diputus,” tegas dr. Nursyamsi.
Menurutnya, eliminasi TBC hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
“Tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian dan kerja bersama. Keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga pada keterlibatan aktif pemerintah desa, kader, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menemukan kasus sedini mungkin,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, melalui Gerakan Aksi Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi TBC (GARATTA TBC), Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong skrining TBC yang lebih masif di desa-desa lokus sehingga masyarakat yang berisiko dapat ditemukan lebih cepat dan segera mendapatkan pengobatan.
Lima Langkah Percepatan
Sebagai tindak lanjut, DKPPKB Sulawesi Barat mendorong lima strategi utama, yaitu:
• Memastikan 100 persen terduga TBC menjalani pemeriksaan diagnostik menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM).
• Melakukan pelacakan (tracking) terhadap terduga yang belum melakukan pemeriksaan.
• Memperkuat pendampingan oleh kader dan pemerintah desa hingga diagnosis ditegakkan.
• Melaksanakan evaluasi khusus di Desa Bonde untuk meningkatkan capaian penemuan kasus.
• Mempertahankan praktik baik skrining aktif yang telah berjalan di Desa Bonde Utara agar dapat direplikasi di desa lokus lainnya.
Melalui program GARATTA TBC, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis upaya penemuan kasus secara aktif akan semakin efektif, sehingga target eliminasi TBC dapat dicapai lebih cepat.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, dalam mewujudkan Visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.



