Mediatha.Com,Mamuju—Fokus utama diberikan pada pertumbuhan ekonomi melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan dinamika harga konsumen (Inflasi).
Perkembangan Ekonomi (Pertumbuhan PDRB)Ekonomi Sulawesi Barat secara historis menunjukkan resiliensi yang kuat, didorong oleh sektor primer
Laju pertumbuhan ekonomi Sulbar seringkali berada pada kisaran yang stabil, didorong oleh pemulihan aktivitas domestik dan mobilitas masyarakat.
Sektor utama Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan kontributor terbesar (share tertinggi), terutama dari komoditas kelapa sawit, kakao, dan perikanan tangkap.
Terutama industri pengolahan CPO (Crude Palm Oil) yang sangat bergantung pada permintaan ekspor dan harga global. Perdagangan besar dan eceran tumbuh seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat.
Perkembangan Inflasi (IHK)Bank Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga.
Tren Inflasi Sulawesi Barat umumnya dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Komoditas Utama Penyumbang Inflasi (Volatile Foods) Beras, cabai rawit, bawang merah, dan ikan segar sering menjadi pemicu fluktuasi inflasi karena faktor cuaca dan kendala distribusi.
Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif angkutan udara juga memberikan tekanan pada angka inflasi tahunan.
Faktor Pendorong dan PenghambatPendorong:Investasi: Pembangunan infrastruktur strategis nasional di wilayah Sulawesi meningkatkan konektivitas.
Kinerja ekspor tngginya harga komoditas global memberikan keuntungan pada neraca perdagangan daerah.
Penghambat Fenomena El Nino atau curah hujan tinggi yang mengganggu produktivitas.
Ketergantungan sebagian besar barang kebutuhan pokok masih dipasok dari luar provinsi (Sulawesi Selatan atau Tengah), sehingga biaya transportasi sangat krusial.
Proyeksi dan Rekomendasi KebijakanBank Indonesia memproyeksikan ekonomi Sulawesi Barat tetap tumbuh positif namun dengan kewaspadaan terhadap ketidakpastian global.
Erdi Fiat Gumilang Deputi kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Penguatan ketahanan pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Mendorong pengolahan bahan mentah (kakao dan sawit) menjadi produk turunan untuk meningkatkan nilai tambah lokal.
Digitalisasi ekonomi memperluas penggunaan QRIS dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk efisiensi ekonomi.(Bas)

