Mediatha.Com,Mamuju—Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan senam peregangan (stretching) di sela-sela waktu kerja, sebagai upaya menjaga kesehatan dan kebugaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kantor.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (27/4/2026) ini menjadi bagian dari penerapan pola hidup sehat di tempat kerja, khususnya bagi pegawai yang memiliki aktivitas dominan duduk dalam waktu lama di depan komputer.
Senam peregangan yang dilakukan secara sederhana namun rutin dinilai efektif dalam menjaga fleksibilitas otot serta melancarkan sirkulasi darah. Posisi kerja yang statis dalam waktu lama berpotensi menyebabkan gangguan aliran darah, kelelahan otot, hingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Selain itu, peregangan juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan koordinasi tubuh, serta membantu mengurangi rasa pegal pada bagian punggung, pinggul, dan leher akibat aktivitas kerja yang monoton.
Tidak hanya berdampak pada fisik, kegiatan ini juga memberikan manfaat terhadap kesehatan mental. Peregangan ringan mampu membantu mengurangi stres kerja dengan meningkatkan aliran oksigen ke otak, sehingga pegawai dapat kembali fokus dan produktif dalam menjalankan tugas.
Gerakan yang dilakukan dalam kegiatan ini tergolong sederhana dan mudah dipraktikkan, seperti peregangan leher ke berbagai arah, memutar bahu, serta menggerakkan pergelangan tangan dan kaki secara bergantian. Selain itu, pegawai juga diimbau untuk menjaga postur tubuh saat bekerja serta membiasakan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki atau menggunakan tangga.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sebagaimana tertuang dalam Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa menjaga kesehatan pegawai merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas kinerja organisasi.
“Kesehatan pegawai adalah investasi. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, produktivitas kerja akan meningkat dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DKPPKB Sulbar berharap budaya hidup sehat dapat terus diterapkan di lingkungan kerja, sehingga mampu mendukung kinerja ASN yang lebih produktif, sehat, dan berdaya saing. (Rls)

