Mediatha.Com,Mamuju—Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat mendampingi Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam kunjungan lapangan ke sentra produksi dan pengolahan kakao di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penyusunan rekomendasi Core Competence komoditas unggulan Provinsi Sulawesi Barat.
Pendampingan tersebut berdasarkan arahan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat Muh. Faizal Thamrin.
Kunjungan lapangan dilaksanakan di PT. Ekonomi Hijau serta CV. Putra Mataram (UMKM Macoa) untuk melihat secara langsung potensi pengembangan industri kakao dari aspek budidaya, pascapanen, hingga hilirisasi yang telah berkembang di Sulawesi Barat.
Rombongan terdiri dari Tim Bappenas, Tim Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat yang dipimpin oleh Tenaga Ahli Abd. Waris B., serta Tim Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Perkebunan Andi Sitti Kamalia, Kepala Bidang Hilirisasi Perkebunan, dan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Perkebunan (PMHP).
Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau proses pengolahan biji kakao menjadi produk bernilai tambah, berdialog dengan pelaku usaha, serta mengidentifikasi berbagai peluang dan tantangan dalam penguatan rantai nilai kakao di Sulawesi Barat. Masukan dari pelaku usaha menjadi bahan penting dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang diharapkan mampu mendorong peningkatan daya saing komoditas kakao sebagai salah satu unggulan daerah.
Sekretaris Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Andi Sitti Kamalia menyampaikan bahwa kunjungan lapangan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem perkakaoan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, menyatakan bahwa Sulawesi Barat memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penghasil kakao nasional yang perlu terus diperkuat melalui pengembangan hilirisasi.
“Kunjungan lapangan ini menjadi langkah strategis dalam memberikan gambaran nyata mengenai potensi, tantangan, dan peluang pengembangan kakao Sulawesi Barat. Kami berharap rekomendasi yang disusun Bappenas nantinya mampu mendorong penguatan sektor hulu hingga hilir sehingga nilai tambah kakao dapat dinikmati oleh petani, pelaku usaha, dan masyarakat secara berkelanjutan,”ujar Faizal.
Upaya pengembangan sektor kakao juga menjadi bagian dari implementasi visi pembangunan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yang menekankan penguatan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah melalui hilirisasi, peningkatan investasi, dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat.
Melalui kegiatan ini diharapkan tersusun rekomendasi yang komprehensif dalam mendukung pengembangan Core Competence komoditas kakao Sulawesi Barat, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat produksi dan hilirisasi kakao yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.



