Mediatha.Com,Mamuju— Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong optimalisasi potensi pangan sebagai sumber peningkatan pendapatan daerah.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki dengan Direktur PT. Sulawesi Barat Malaqbi (Perseroda) Hajrul Malik, yang berlangsung pada Senin, 27 April 2026, di ruang Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Barat.
Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, dalam upaya memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan sektor unggulan daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pangan, Suyuti Marzuki, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Perseroda dalam mengelola potensi pangan strategis, mulai dari sektor pertanian, peternakan hingga perikanan. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan PAD.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pengembangan usaha peternakan ayam petelur. Dinas Pangan mendorong pendataan kandang ayam, baik yang telah menerima bantuan pemerintah maupun yang mandiri, termasuk pemetaan sebaran pengusaha telur di Sulawesi Barat. Perseroda direncanakan akan menyiapkan dukungan pembiayaan hingga Rp20 miliar guna mempercepat pengembangan sektor ini.
Selain itu, penguatan industri pakan ternak berbasis bahan baku lokal seperti jagung juga menjadi perhatian. Pendataan kelompok tani penghasil jagung akan dilakukan dengan luasan lahan bervariasi antara 2 hingga 25 hektare per kelompok.
Di sektor hulu, dukungan dari Kementerian Pertanian diharapkan dapat memperkuat pengembangan kawasan jagung dengan target luasan mencapai 100.000 hektare sebagai basis produksi pakan ternak.
Tak hanya itu, sektor perikanan juga menjadi fokus pengembangan, baik melalui budidaya ikan nila maupun penguatan perikanan tangkap skala menengah guna meningkatkan produksi hasil laut secara berkelanjutan.
Kebutuhan pangan untuk mendukung program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga menjadi perhatian serius.
Perhitungan kebutuhan telur, ayam, dan susu per unit SPPG akan dilakukan secara rinci untuk menjamin ketersediaan pasokan.
Melalui pertemuan ini, Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi dengan Perseroda guna mengoptimalkan potensi pangan daerah, mendukung ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Rls)

