Mediatha.Com,Mamuju–– Bukan sekadar liburan bersama staf dan keluarga, kunjungan ke Keramba Jaring Apung (KJA) Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju, Minggu (13/9/2026), menjadi kesempatan untuk melihat langsung potensi budidaya perikanan sekaligus belajar dari aktivitas pembudidaya di lapangan.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Sekprov Sulbar Junda Maulana dalam mendorong pengelolaan potensi kelautan dan perikanan secara produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar Safaruddin, S.DM mengajak jajaran beserta keluarga berkunjung ke KJA Pulau Karampuang. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat perkembangan budidaya serta berdialog dengan pengelola KJA.
Seperti apa potensi KJA Pulau Karampuang?
KJA yang dikelola bersama BUMDES BERSAMA SEJAHTERA Desa Karampuang, melalui perwakilan Fadli, memiliki luas kurang lebih 12 x 12 meter yang terbagi menjadi 16 petak.
Saat ini, KJA tersebut membudidayakan ikan kerapu hasil persilangan antara kerapu macan dan kerapu lumpur. Menariknya, lobster yang dibudidayakan dengan ukuran awal sekitar 5 cm telah mencapai ukuran panen sekitar 500 gram hingga 1 kilogram, setelah melalui masa pemeliharaan kurang lebih 9 bulan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perairan Pulau Karampuang memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung usaha budidaya laut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Tak hanya melihat budidaya ikan, Kepala DKP Sulbar Safaruddin juga menyempatkan diri memanen beberapa ekor lobster bambu dan lobster batik dengan ukuran rata-rata sekitar 500 gram. Dengan harga pasar yang dilaporkan sekitar Rp500 per gram, potensi komoditas lobster menjadi salah satu peluang ekonomi kelautan yang patut terus dikembangkan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan ketentuan pengelolaannya.
“Kunjungan seperti ini bukan hanya untuk melihat langsung potensi yang ada, tetapi juga menjadi ruang bagi kita untuk belajar, berdialog dan memastikan bahwa potensi kelautan dan perikanan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. KJA ini menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang baik, sumber daya laut bisa menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan,” ujar Safaruddin.
Dari KJA Pulau Karampuang kita belajar: laut bukan hanya untuk dinikmati keindahannya, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi masyarakat.
Yuk, bersama kita dukung pengembangan budidaya perikanan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan untuk kemajuan masyarakat pesisir Sulawesi Barat!

