Mediatha.Com,Mamuju—Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan perlunya penguatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada indikator terduga Tuberkulosis (TBC) di daerah.
Hal ini menyusul rilis data nasional yang menunjukkan capaian Sulawesi Barat masih perlu didorong agar lebih optimal. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 1 Maret 2026, capaian SPM layanan kesehatan bagi orang terduga TBC secara nasional pada triwulan I ditargetkan sebesar 30 persen. Namun, sejumlah provinsi, termasuk Sulawesi Barat, masih berada pada kategori capaian menengah, sehingga membutuhkan percepatan pada aspek penemuan kasus dan skrining aktif di masyarakat.
Langkah penguatan ini sejalan dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah yang menitikberatkan pada pengentasan TBC, selain penguatan layanan rumah sakit dan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis (CKG). Upaya tersebut juga menjadi bagian dari Panca Daya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Dalam keterangannya, Minggu 12 April 2026, Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa capaian indikator hulu, khususnya penemuan kasus TBC, menjadi perhatian utama dalam percepatan program ke depan.
“Kita harus memperkuat strategi deteksi dini melalui skrining aktif, investigasi kontak, serta optimalisasi peran Puskesmas dan jejaring layanan kesehatan. Penemuan kasus menjadi kunci untuk memutus rantai penularan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan berbasis komunitas juga perlu diperkuat dengan melibatkan kader kesehatan, pemerintah desa, serta lintas sektor untuk meningkatkan cakupan layanan dan kesadaran masyarakat.
Selain itu, penguatan sistem pencatatan dan pelaporan berbasis digital menjadi bagian penting dalam memastikan data yang akurat dan respons yang cepat terhadap kasus di lapangan. DKPPKB Sulbar juga mendorong kabupaten untuk melakukan inovasi program, termasuk integrasi layanan TBC dengan program kesehatan lainnya seperti Posyandu, layanan kesehatan sekolah, serta kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis.
Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan capaian SPM TBC di Sulawesi Barat dapat meningkat secara signifikan, sekaligus mendukung target nasional eliminasi TBC serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (Rls)

