Mediatha.Com,Mamuju—Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tingkat Lanjutan di Mamuju, pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan Bidang Pengembangan Destinasi, SDM dan Kelembagaan Dispoparekraf Sulbar tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 10 sampai 12 Agustus 2026.
Pelatihan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang menempatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang didorong menjadi penggerak ekonomi baru daerah.
Dalam sambutannya, Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai mengatakan bahwa para pelaku ekonomi kreatif harus selalu berusaha meningkatkan kemampuan, kreativitas, dan daya saing produk.
“Kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terdapat sumber daya manusia yang menjadi kekuatan utamanya. Kita ingin meningkatkan pengetahuan, juga kemampuan, kreativitas, profesionalisme, dan daya saing para pelaku ekonomi kreatif,” kata Bau Akram.
Selain itu, Bau Akram juga menyebut pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
“Sebagai pelaku ekonomi kreatif, kita tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap perubahan zaman. Perkembangan teknologi, media sosial, kecerdasan buatan, digitalisasi pemasaran, serta perubahan selera konsumen telah menciptakan tantangan sekaligus peluang baru,” jelasnya.
Pada bagian lain, Kepala Dispoparekraf menyatakan berbagai potensi ekonomi kreatif lokal Sulawesi Barat yang dapat dikembangkan.
“Kita memiliki begitu banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif. Budaya, kuliner, kerajinan, fesyen, fotografi, seni pertunjukan, musik, kriya, hingga berbagai bentuk kreativitas masyarakat merupakan kekayaan yang jika dikelola secara serius dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah,” ujar Bau Akram.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, SDM dan Kelembagaan, Imelda Adhy Yanti, dalam laporannya menjelaskan, kegiatan dimaksudkan sebagai upaya menghadirkan destinasi yang berkualitas sehingga dapat memberikan tourist experience dan service excellence kepada para wisatawan yang datang berkunjung.
“Kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 50 orang yang merupakan unsur pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor mulai dari kuliner, fashion, fotografi, desain grafis, seni pertunjukan, aplikasi, televisi dan radio,” kata Imelda.




