Mediatha.Com,Mamuju–– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan simulasi penanggulangan bencana di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sulawesi Barat, yang berada di kawasan Kompleks Perkantoran Gubernur Sulawesi Barat, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BPBD Sulawesi Barat dalam memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus memberikan pemahaman praktis kepada para siswa, guru, dan tenaga pendidik mengenai langkah-langkah penyelamatan diri ketika terjadi keadaan darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, mengatakan bahwa edukasi kebencanaan sejak usia sekolah merupakan investasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
“Anak-anak harus dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi bencana. Ketika terjadi bencana, yang paling penting adalah bagaimana mereka mampu menyelamatkan diri dan mengetahui jalur evakuasi menuju titik kumpul yang aman,” ujar Yasir Fattah.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk implementasi arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka agar penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dilakukan secara berkelanjutan serta melibatkan berbagai sektor, termasuk lingkungan pendidikan.
Dalam simulasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pengenalan potensi bahaya, perlindungan diri saat terjadi bencana, prosedur evakuasi, penggunaan jalur evakuasi, menuju titik kumpul, serta pentingnya mengikuti instruksi petugas dan guru.
“Harapan kami, anak-anak menjadi agen perubahan. Mereka bisa membawa pengetahuan kebencanaan ini ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, ketangguhan bencana tidak hanya dibangun di sekolah, tetapi juga berkembang di rumah dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Kegiatan simulasi di SRT 3 Sulawesi Barat juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara BPBD, satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana.
“Kita ingin membangun generasi Sulawesi Barat yang tidak hanya cerdas dan berkarakter, tetapi juga tangguh menghadapi bencana,” pungkas Yasir Fattah.


