Mediatha.Com,Mamuju–1Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penguatan inovasi di setiap perangkat daerah. Upaya ini dilakukan melalui pendampingan intensif oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar lewat kegiatan Coaching Clinic Inovasi Daerah yang telah berlangsung sejak 29 April 2026.
Langkah ini juga sejalan dengan visi pembangunan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka yang menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik berkualitas.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Sulbar, Hasanuddin, mengungkapkan hingga Rabu (6/5/2026), sebanyak 25 perangkat daerah telah mengikuti kegiatan tersebut. Coaching clinic ini dijadwalkan berlangsung hingga 14 Mei 2026 di Ruang Rapat Bapperida dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar.
Menurut Hasanuddin, kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas OPD dalam merancang, mengimplementasikan, hingga melaporkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pendampingan dilakukan secara intensif melalui pembagian kelompok dan dua sesi setiap hari agar proses pembelajaran lebih efektif dan terarah,” jelasnya.
Ia menegaskan, coaching clinic tidak hanya bertujuan memenuhi aspek administratif penilaian, tetapi lebih jauh mendorong lahirnya inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Melalui pendampingan ini, kami ingin inovasi yang dihasilkan tidak sekadar tercatat dalam sistem, tetapi mampu memberikan manfaat nyata, seperti peningkatan kualitas layanan, efisiensi kerja, serta kemudahan akses bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman teknis terkait pengisian Indeks Inovasi Daerah melalui aplikasi Innovative Government Award (IGA), sehingga kualitas pelaporan dapat selaras dengan implementasi inovasi di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menegaskan bahwa coaching clinic ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapabilitas inovasi perangkat daerah sebagai salah satu pilar utama daya saing daerah.
Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional, skor Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Sulawesi Barat tahun 2025 tercatat sebesar 3,28 dengan skor kapabilitas inovasi 3,45. Sementara itu, hasil pengukuran Indeks Inovasi Daerah oleh Kementerian Dalam Negeri menunjukkan Sulawesi Barat meraih skor 47,76 dengan predikat “inovatif”.
“Capaian ini harus terus kita tingkatkan, dengan memastikan inovasi yang dikembangkan tidak hanya memenuhi indikator penilaian, tetapi juga menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Amujib.
Melalui kegiatan ini, Bapperida Sulbar menegaskan komitmennya sebagai motor penggerak inovasi daerah sekaligus memperkuat sinergi lintas perangkat daerah. (rls)

