Mediatha.Com,Mamuju––Ratusan hektare lahan di Kawasan Transmigrasi Marano, Kabupaten Mamuju, menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian dan perkebunan produktif. Potensi ini menjadi peluang strategis bagi Sulawesi Barat dalam memperkuat ketahanan pangan, membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mendorong pemanfaatannya secara optimal, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat mendukung penguatan sinergi lintas sektor dalam pengembangan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Survei dan Diskusi Terbatas bertajuk “Intervensi HPL pada Kawasan Transmigrasi” yang berlangsung di Aula Hotel Lestari, Mamuju, Senin (2/11/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada (PSLH UGM) dalam mendukung penguatan basis data dan perencanaan pemanfaatan lahan pada kawasan transmigrasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Bapperida Sulbar, serta pemerintah desa dan kelurahan di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Mewakili Kepala Bapperida Sulbar, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Arjanto, hadir didampingi Fungsional Perencana Ahli Muda Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Muhammad Athar.
“Kawasan Transmigrasi Marano yang mencakup wilayah Sinyonyoi, Uhaimate, dan Pammulukang memiliki potensi sumber daya lahan yang dapat dioptimalkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya melalui pengembangan pertanian hortikultura, tanaman pangan, dan perkebunan.” kata Arjanto.
Berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan, kawasan tersebut memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk mendukung pengembangan kegiatan produktif. Pemanfaatan lahan secara terarah diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah kawasan sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Arjanto, juga menyampaikan dukungan Bapperida Sulbar terhadap pengembangan kawasan transmigrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kawasan transmigrasi memiliki peran penting yang tidak hanya terbatas sebagai wilayah permukiman, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan sektor-sektor produktif berbasis potensi lokal.
Oleh karena itu, Bapperida Sulbar mendorong agar pengembangan kawasan transmigrasi dapat diintegrasikan dengan perencanaan pembangunan sektor pertanian, hortikultura, dan perkebunan sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Langkah ini diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dalam daerah sekaligus memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian Sulawesi Barat.
Sementara itu, Kepala Bapperida Sulbar, Amujib menyampaikan bahwa selain pengembangan sektor pertanian, optimalisasi kawasan transmigrasi juga membutuhkan dukungan perencanaan infrastruktur dan konektivitas wilayah agar aktivitas produksi, distribusi hasil pertanian, dan akses masyarakat terhadap pusat-pusat ekonomi dapat berjalan lebih efektif.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pertanahan, perguruan tinggi, dan pemerintah desa, pengembangan Kawasan Transmigrasi Marano diharapkan dapat berlangsung secara terarah dengan memperhatikan aspek kepastian pengelolaan lahan, keberlanjutan lingkungan, serta kebutuhan masyarakat,” kata Amujib.
Upaya tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, melalui Panca Daya pembangunan daerah.
Secara khusus, pengembangan kawasan transmigrasi mendukung misi mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat infrastruktur, konektivitas wilayah, dan kelestarian lingkungan hidup.
Bapperida Sulbar diharapkan terus berperan dalam memfasilitasi koordinasi dan sinkronisasi perencanaan pembangunan lintas sektor, sehingga potensi kawasan transmigrasi dapat dikembangkan melalui program yang saling terintegrasi dan berorientasi pada hasil.
Dengan pemanfaatan potensi lahan secara produktif dan berkelanjutan, Kawasan Transmigrasi Marano diharapkan dapat tumbuh menjadi salah satu penggerak ekonomi perdesaan, memperkuat kemandirian pangan daerah, serta membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.




