Mediatha.Com,Mamuju— Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dalam rangka mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah, Bapenda Sulbar menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat untuk membahas proyeksi pendapatan RSUD Tahun Anggaran 2026. Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah, Jumat, 17 Juli 2026.
Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Provinsi Sulawesi Barat, Gaffar, dan dihadiri oleh perwakilan RSUD Provinsi Sulawesi Barat, yakni Kasubbag Perencanaan, Muliana, serta Kasubbag Keuangan, Rasmia AR,. Pertemuan ini bertujuan menyelaraskan data dan memperoleh gambaran proyeksi pendapatan RSUD sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari retribusi pelayanan kesehatan.
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai aspek yang memengaruhi target pendapatan RSUD, mulai dari capaian realisasi pendapatan, potensi peningkatan layanan kesehatan, hingga strategi yang dapat ditempuh untuk mengoptimalkan penerimaan daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Sulbar, Gaffar menegaskan bahwa penyusunan proyeksi pendapatan yang akurat menjadi bagian penting dalam proses perencanaan keuangan daerah.
“Koordinasi ini bertujuan memperoleh data yang valid dan proyeksi pendapatan yang realistis sebagai dasar penyusunan target Pendapatan Asli Daerah Tahun Anggaran 2026. Dengan sinergi yang baik antara Bapenda dan RSUD, diharapkan target pendapatan dapat disusun secara terukur dan mampu mendukung peningkatan kapasitas fiskal daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubbag Perencanaan RSUD Provinsi Sulawesi Barat, Muliana menyampaikan bahwa RSUD berkomitmen mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam meningkatkan PAD melalui pengelolaan layanan kesehatan yang profesional, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.
Senada dengan itu, Kasubbag Keuangan RSUD Provinsi Sulawesi Barat, Rasmia AR menambahkan bahwa penyusunan proyeksi pendapatan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator, termasuk tren realisasi pendapatan, pengembangan layanan, dan potensi peningkatan kunjungan pasien.
Kepala Bapenda Provinsi Sulawesi Barat, Abd. Wahab Hasan Sulur, mengatakan bahwa koordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas perencanaan pendapatan daerah.
“Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah tidak hanya bertumpu pada sektor perpajakan, tetapi juga memerlukan penguatan pengelolaan seluruh sumber pendapatan daerah, termasuk dari sektor pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, koordinasi dan sinkronisasi data dengan OPD penghasil menjadi kunci dalam menyusun target pendapatan yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Abd. Wahab.
Melalui koordinasi yang berkesinambungan dengan seluruh OPD penghasil, Bapenda Provinsi Sulawesi Barat terus berkomitmen memperkuat kualitas perencanaan pendapatan daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih akuntabel, meningkatkan kapasitas fiskal daerah, serta mendukung arah kebijakan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, dalam menghadirkan pemerintahan yang lebih profesional, pelayanan publik yang semakin berkualitas, dan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.




